Banci sialan

Di sebuah jembatan sungai Ɣªήğ air'a deras,
seorang pujangga melihat seorang cewek
sedang terisak menangis dipinggir
jembatan.
Sang pujangga mulai melancarkan jurus
syair mautnya : "duhai wanita idaman,
sedang apakah gerangan dinda berdiri
disana?.
Cewek : Jangan cegah saya!. Saya Mau
bunuh diri !
Pujangga: "Baiklah, kanda tidak akan
mencegah, namun sudilah berikan kecupan
dinda yg terakhir sebagai kenangan"
Tanpa ragu sang cewek menghampiri
Pujangga, dan memberikan kecupan yg
sangat mesra dan bergairah dibibirnya, dan
pujanggapun membalas melumat bibir dan
lidah si gadis yg mulai mendesah2 ouuuugh
membangkitkan birahi, setelah sekian lama
mereka berciuman sang pujanggapun
bertanya kembali
Pujangga: "Dinda, sungguh lembut nan
nikmatnya kecupanmu. Satu hal yang kanda
mau tanya, kenapa dinda mau bunuh diri?"
Sambil terisak2 dalam tangis si cewek
menjawab..
"Hidup saya sudah tidak berarti Bang. Kedua
orang tua saya melarang saya berdandan
seperti wanita..hiks hiks"
Pujangga: "Cuih. Cuih.. Banci sialaaan.....!!!!
Geloooo siah maneeh.....najiiiiiis
cuah..cuah..


0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...