cinta segi tiga

Sebut saja nama ku RATNA. Masih jeLas di
ingatanku, betapa aku sungguh terLaLu ku
menikah dengan Laki-Laki yang sudah
beristri sebut saja AHIM, dia begitu
mencintaiku sehingga dia duLu bersedia
meLepaskan istrinya demi aku.
Mbak MAWAR itulah nama istrinya,
beruLang kaLi dia memohon padaku untuk
meninggaLkan Ahim, tp karena CINTA
ucapan itu tak pernah kami hiraukan, dia
menangis di depan kami meminta
hubungan kami suruh mengakiri, karna
raga ku di penuhi hawa setan, tak pernah
sekaLipun permohonan itu aku Lakukan
dan aku anggap..
Hingga kabar mengejutkan terdengar dari
suwara daLam hp ku.. Mbak Mawar
berpamitan ke padaku ingin meLakukan
tindakan bunuh diri membakar dirinya
hidup-hidup, begitu kaget aku mendengar
itu, ku coba teriak ku coba mengakatan dan
berjanji akan meninggaLkan mas Ahim, tp
semua dah terLambat Mbak Mawar teLah
menutup teLpon ku, dan beberapa detik
bunyi sms pun terdengar,
"jika aku mati, aku titip anak-anakku, aku
berharap kau tak akan merasakan sakit hati
yang saat ini aku rasakan, seLamat tinggaL
saLam sama mas Ahim, ku ucap terima
kasih teLah memberi cinta sesaat untuku"
Aku pun berLari ke rumah Mbak Mawar tapi
semua terLambat dia sudah menjadi mayat,
tangisku pun pecah, permintaan maaf ku
pun tidak dia dengar Lagi.
Semenjak kematian Mbak Mawar aku pun di
boyong mas Ahim ke rumah mereka, karna
merasa bersaLah ku sama Mbak Mawar ku
putuskan aku gak akan mempunyai anak,
agar aku bisa merawat 2 anaknya yang
masih keciL-keciL
7 tahun pernikahan kami, sifat mas Ahim
pun muLai berubah desas desus pun
terdengar kaLau mas Ahim sudah menikah
Lagi dan mempunyai seorang anak.. Hancur
hatiku, saat itu kaki ini tak sanggup untuk
menompang badanku karena Lemah, mas
Ahim sudah jarang puLang ke rumah dia
Lupakan anak-anak kami yang di dapat dari
rahim Mbak Mawar, hingga ku terima
sepucuk surat taLak dari suamiku itu..
"YA ALLAH, apakah ini sebuah hukum karma
untuku, apa rasa sakit ini puLa yang di
rasakan Mbak Mawar duLu"
Kini hanya penyesaLan yang ku dapat,
terbesit niat bunuh diri ingin ku Lakukan,
tapi ingat wajah Mbak Mawar, semua itu aku
kikis, kini suamiku pun pergi meninggaLkan
kami, dia mengikuti istri baru nya dan
meLupakan kami.
"Mbak Mwar, kini aku baru sadar, gimana
perasaan seorang wanita sakit hati gara-gara
cintanya di bagi"
Hanya anak-anakLah yang bisa menghibur
ku tiap hari, di saat mereka tersenyum
wajah Mbak Mawar terLihat di senyum
mereka.
Ya ALLAH, perasaan takut ini sering
menghinggapi diriku ini, bagaimana jika
suatu saat anak-anak tumbuh besar dan
mengetahui kaLau aku bukan ibu kandung
mereka tapi aku seorang ibu yang teLah
menyakiti hati ibu mereka..
Aku takut itu, aku gak sanggup
membayangkan itu semua.
WaLLahu'aLam, aku hanya berserah dan
pasrah padamu ya ALLAH
=>
Sebuah renungan hidup, kebahagiaan di
atas penderitaan orang tidakLah kekaL
abadi seLamanya..


0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...