Kisah si penebang kayu

Dikisahkan,
Marno adalah seorang penebang kayu yg
sudah enam tahun bekerja namun tidak
pernah mendapat kenaikan gaji. Perusahaan
yang sama, mempekerjakan pegawai baru
sebutlah Roni dan hanya dlm waktu dua
tahun Roni sdh memperoleh kenaikan gaji.
Marno protes pada atasannya. Jawab
atasannya “Anda masih memotong kayu
dalam jumlah yang sama seperti enam
tahun yang lalu. Kami adalah perusahaan
yang berorientasi pada hasil. Mungkin bila
Anda dapat meningkatkan produktivitas,
kami akan menaikkan gaji Anda”.
Sekarang Marno sudah tahu kesalahannya.
Esok harinya, Marno berangkat kerja lebih
awal dan bekerja lebih giat. Namun hasil
pohon yang ditebangnya tidak juga
meningkat. Dengan penasaran Marno
bertanya kepada Roni,
“Roni, sebenarnya apa rahasianya sehingga
bisa menebang pohon dalam jumlah yang
lebih besar ?” Sambil tersenyum Roni
menjawab, “Tidak ada rahasianya, hanya
saja setiap kali selesai menebang pohon,
saya beristirahat tiga menit untuk mengasah
kapak. Kalau boleh tahu, kapan terakhir kali
anda mengasah kapak?”.
Marno tersentak mendengarnya, karena ia
tak pernah meluangkan waktu untuk
mengasah kapak, sehingga kapaknya
menjadi tumpul.
RENUNGAN :
Kapak dalam cerita di atas bisa diartikan
sebagai pikiran. Jika kita terlalu asyik dalam
bekerja maka lama-kelamaan kita jadi tidak
mempunyai waktu lagi untuk belajar
mengasah diri. Belajar adalah sebuah proses
tanpa henti bagi siapa saja yang ingin
sukses.
Selalu meng-upgrade ilmu yg kita miliki
adalah suatu keharusan.
Setuju.??


0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...