cewek dimata cowok

Bener nih cowok lebih ngutamain fisik kala menilai cewek? Sejauh mana? Apa bener kepribadian jadi nggak penting?

Entah ini kenyataan yang??  bikin gembira atau sedih buat kaum Hawa, bahwa penampilan cewek ternyata memikat perhatian kaum cowok at first sight. Seenggaknya ini pengakuan Aji, "Buat cowok, pertama kali yang dinilai dari seorang cewek ya penampilannya." Menurut cowok putih yang miara jenggot wajah atawa kecantikan emang jadi yang paling dominan jadi perhatian. Selain Aji, komentar yang sama juga datang dari Nano. Bujangan yang wiraswastawan ini seperti mengamini pendapat Aji. Ia paling suka ngeliat cewek yang kulitnya putih dan rambutnya panjang lurus. Duile, abis di-rebonding?

Boyz, ini nggak cuma pendapat segelintir cowok, tapi umumnya demikian. Mata cowok bakal jelalatan begitu ngeliat mahluk feminin yang "macan?, manis-cantik. Kepala mereka bisa ampe miring-miring demi pemandangan indah tersebut. Ini juga artinya mereka  lewat pandangan pertama  bakal "mengeliminasi? para cewek yang penampilannya "biasa-biasa? aja, apalagi yang di bawah standar (jangan sewot, galz). Gawatnya lagi, nggak sedikit kaum cowok yang sampe blinded, jadi "buta? dalam urusan nyari cewek semata ngeliat fisik belaka.

Eksploitasi Kecantikan
Boyz, tahukah kamu, tabiat dasar cowok yang seneng ama cewek cakep ternyata dimanfaatin betul oleh sebagian orang yang kagak bertanggung jawab. Coba aja perhatiin, hampir semua kantor mensyaratkankaryawatinya kudu berpenampilan ‘menarik’. Nah, menarik ini kan kagak jelas. Tapi pastinya untuk jadi front office (FO), SPG (Stand Promotion Girl), pramuniaga, sampai sekretaris selalu yang jadi prioritas adalah kecantikan dan bentuk tubuh. Belum ada kan nenek-nenek jadi FO atau SPG. Dagang rokok ampe mobil aja pasti ditongkrongin cewek yang cakep. Tujuannya jelas, menjadi daya tarik konsumen, terutama bagi yang cowok.

Repotnya lagi, ada sebagian cewek yang juga senang jadi pusat perhatian. Mereka nggak segan-segan tampil atraktif. Bisa dengan polesan kosmetik, parfum, atau pakaian yang seronok. Mereka ngeh banget kalau sisi penampilan adalah yang pertama kali diliat oleh kaum Adam. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Yang cowok matanya jelalatan, yang cewek suka cari perhatian.

Nah, ini yang kemudian dieksploitasi abis-abisan oleh para kapitalis. Mereka sadar betul kalau kecantikan itu komoditi yang laris manis dijual. Adanya kontes kecantikan atau ajang pemilihan model kan ide orisinilnya adalah menjual kecantikan. Hanya supaya nggak dibilang kebangetan diimbuhi label beauty & brain. Padahal sih, dagangan pokoknya tetap kecantikan.

Dengan merebaknya gaya hidup hedonis, yang ngutamain kesenangan fisik, penampilan jelas makin penting. Buat mereka, ukuran terpuji dan tercela-nya adalah apa yang dirasa nyaman oleh indera dan pikiran semata. Hedonisme ini sudah jadi hukum opini buat banyak orang. Saking kuatnya pengaruh hedonis ini, menilai lawan jenis pun selalu berdasarkan penampilan. Please, deh!

Jaga Pandangan
"Wah, mubazir kalau kagak diliat," celetuk Adin yang masih kuliah di satu PTS di Bogor. Kayaknya gitu tuh omongan para boyz saat ngeliat "barang? bagus. Kalaupun nggak sampai jelalatan minimal matanya ngintip lewat kerlingan mata. Apalagi kalau ceweknya juga ‘ngejual’. Wajah yang cantik, bodi yang semlohai bin eplok cendol, tampil atraktif memikat perhatian cowok.

Boyz, suka dengan cewek yang cute apalagi fisiknya cool, itu memang sah-sah aja. Cowok mana seh yang nggak suka. Semua suka, boyz! Tapi kagak bisa dong kita berbuat cuma berdasarkan suka atau nggak suka. Kalau itu yang terjadi ancur deh pergaulan pria dengan wanita. Ngebiarin mata jelalatan juga bukan perbuatan yang positif. Selain ngerusak pikiran, pastinya dosa. Allah Ta?ala berfirman:

Pandangan juga bikin pikiran jadi nggak karuan. Bukankah setelah ngeliat cewek cakep pikiran jadi ngebayangin yang nggak-nggak. Padahal belum tentu itu cewek mau sama kita. Artinya kita udah buang-buang pikiran untuk hal yang nggak berguna. Kita mikirin dia, padahal dianya belum tentu mikirin kita. Rugi banget, bro! Nggak salah kalau Rasulullah menyebut pandangan macam itu sebagai zina mata.

"Anak Adam tidak bisa melepaskan diri dari zina. Zinanya mata adalah dengan memandang"

Allright boyz, selametin deh pandangan dan pikiranmu dari hal-hal yang negatif. Caranya? Ikuti tips-tips di bawah ini.

* Nggak memandang aurat wanita. Inget boyz, seluruh tubuh wanita adalah haram kecuali muka dan telapak tangannya. So, palingkan pandangan dari selain keduanya. Terserah, mau merem (asal jangan merem-melek), mau berpaling, mau nunduk, whatever yang penting nggak ngeliat.
* Memandang muka dan telapak tangan nggak dengan syahwat. Meski oke-oke aja memandang keduanya, tapi nggak boleh dengan syahwat. Kalau dengan syahwat jelas haram. Apa sih batasan syahwat? Menurut sebagian ulama syahwat itu ditandai dengan adanya nafsu atau kecenderungan seksual seperti ereksi, baik sedikit ataupun banyak. Gampangnya, kalau ngeliat monyet kita nggak nafsu kan?
* Memandang wanita pada auratnya hanya boleh dalam lamaran. agama mengizinkan pria untuk melihat wanita seutuhnya yakni saat akan melamar. Mereka boleh melihat selain muka dan telapak tangan. Meski ini juga terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada sebagian ulama yang tetap mengharamkan melihat selain muka dan telapak tangan.
* Wanita mahram boleh membuka jilbabnya. Kalau kamu baca surat An Nur ayat "¦, maka itulah kelompok wanita yang termasuk mahram. Para wanita yang mahram ini diizinkan syara? untuk membuka jilbab dan kerudungnya di hadapan pria mahramnya.

Pribadi Lebih Utama
Don?t judge the book by its color, kata pepatah. Jangan nilai orang dari penampilan. Bener banget, penampilan seringkali menipu. Ibarat buku, ada yang keren sampulnya doang. Isinya sih nggak bermutu. Nah, begitu juga kalau kita menilai pribadi cewek dari penampilan, bisa-bisa kejebak. Aji dan Nano juga mengakui hal itu. Meski mereka berdua pengen punya pasangan (istri) yang tampilannya keren punya, tetep aja mereka mikirin kepribadian. "Kalau parasnya cantik tapi nggak solehah, ya bisa berabe," kata Aji. 


sumber : www.callrid.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...